Kita pasti telah mendengar banyak mengenai apa itu polusi. Yahh, seperti apa yang sudah kita ketahui bersama polusi merupakan sesuatu hal yang sangatlah tidak bagus untuk kesehatan. Untuk itu, diberbagai negara maju polusi merupakan masalah yang cukup serius lho guys. Beda banget sama negara kita, tau sendiri lah yakan hehe…

Nah, seperti halnya negara China yang merupakan Negara berpolusi tinggi nomer satu di Dunia. Jelas, hal sedemikan akan banyak mengancam kesehatan penduduknya, untuk itu China terus menciptakan inovasi untuk mengurangi polusi yang semakin nggak terkendali. Nah, saat ini negara tirai bambu ini telah menemukan sebuah solusi jitu untuk mengantisipasi permasalahan polusi udara yang terjadi. Yuk, intip guys.

Membangun Kota Hutan Liuzhou

akurat_20170704_Umi169-e1499400071596

Mengingat polusi di negara ini cukup sangat memperihatinkan untuk pemerintah negara China berencana membangun hutan kota. Pasalnya, negara tirai bambu ini tengah mencoba menjadi pelopor untuk membuat hunian hijau untuk dapat terus dikembangkan. Agar mampu menekan angka gas beracun, jika proyek ini berhasil dikembangkan, China akan menjadi negara pertama di dunia dengan rencana hutan kotanya. Wow!

Lokasi bangunan kota Hutan ini berada di Priovinsi Ghuangxi, China selatan. Dimana nantinya China akan membangun hutan yang mampu menampung 30 ribu orang dan diprediksi akan selesai pada 2020 mendatang. Rumah, perkantoran, hotel, rumah sakit dan sekolah yang ada disana akan sepenuhnya ditutupi dengan berbagai tanaman semak, bunga dan 40 ribu pohon guys, Amazing yahh?

Dirancang Oleh Arsitek Ternama Vincent Callebaut

q-1-768x512

Proyek ini tak lepas dari tangan dingin aristek terkemuka Vincent Callebaut. Yaps, Vincent Callebaut memang mendeklarasikan dirinya sebagai archibiotect, yaitu sebuah disiplin ilmu yang menggabungkan antara arsitektur, bioteknologi dan komunikasi. Karya-karyanya selalu mengusung prinsip pembangunan ramah lingkungan. Prinsipnya adalah arsitektur ekologis harus mendamaikcan manusia dengan alamnya. Jadi manusia bisa tinggal di dalamnya dan alam semesta juga tetap terjaga. Bagi Callebaut, penting untuk membuat gedung yang bisa ditanami. Dengan begitu, taman tidak hanya ditaruh di luar gedung untuk tempat main anak, tapi taman adalah gedung itu sendiri!

Desain gedung yang mengagumkan ini terinspirasi dari DNA dalam tubuh manusia. Berbentuk spiral dan berkelak-kelok 90 derajat dari atas ke bawah, gedung ini memang mengusung konsep arsitektur ekologis yang bertujuan meminimalisir jejak-jejak teknologinya. Bila sudah jadi kompleks, kota ini akan mempergunakan pencahayaan dan ventilasi alami, sekaligus juga pengolahan kembali air hujan. Bagunannya juga akan dilengkapi dengan panel surya, alat yang bisa mengubah cahaya matahari menjadi listrik. Dengan begitu bangunan yang dipenuhi oleh pepohonan di setiap lantainya itu akan mengurai emisi gas dan konsumsi energi.

Negara Ini Juga Memakai Konsep Penyelamat Dunia

qd-1-e1499401893395 (1)

Proyek hijau semacam ini juga hadir di kota-kota lain di dunia. Seperti pada Via Verde Project di Meksiko City yang mengubah pilar-pilar jalan raya menjadi taman untuk membantu membersihkan udara, memperindah lingkungan perkotaan dan mengurangi tingkat stres para pengemudi kendaraan. Proyek SBA pertama untuk hutan vertikal dibangun di wilayah Isola, distrik Porta Nuova, Milan. Dua menara yang ada disana memiliki ukuran tinggi 80 meter dan 112 meter. Saat ini gedung tersebut telah menampung 900 pohon.

“Proyek ini untuk menciptakan standar baru perumahan berkelanjutan,” ungkap perusahaan engineering Arup yang bekerja sama dengan SBA untuk membangun proyek tersebut. Arup menambahkan, “Sebagai model baru yang tumbuh untuk regenerasi lingkungan perkotaan, desain ini menciptakan habitat biologis dengan total wilayah 40.000 meter persegi.”

Campuran pohon besar dan kecil telah ditanam di balkon-balkon diempat sisi menara itu, ditambah 5.000 semak belukar dan 11.000 tanaman bunga. Tim desain mengklaim gedung ini dapat menyerap debu di udara dan membantu mengurangi polusi kota.

“Ini jenis arsitektur biologis yang menolak mengadopsi teknologi yang kaku dan pendekatan mekanik untuk kelestarian lingkungan.

Keragaman vegetasi akan menyediakan habitat kota untuk burung-burung dan serangga serta dapat menciptakan iklim mikro yang memproduksi oksigen sambil melindungi warga dari paparan terik sinar matahari.

“Pembuatan sejumlah hutan vertikal di kota akan mampu menciptakan jaringan koridor lingkungan yang akan memberi kehidupan pada taman-taman utama di kota, menciptakan ruang hijau dan taman, serta menghubungkan beragam ruang dengan pertumbuhan pepohonan yang spontan.

Hutan vertikal ini merupakan inti dari konsep arsitektur yang akan menyegarkan kembali kehidupan perkotaan dan menggunakan dedaunan untuk menciptakan keteduhan suasana. Kehadiran hutan vertikal jelas akan meningkatkan keanekaragaman hayati. Tidak hanya itu, hutan vertikal menjadi simbol kembali dirambahnya kota oleh tanaman dan kehidupan binatang liar. Pepohonan menjadi elemen kunci dalam memahami proyek arsitektur dan sistem tanam ini. Pembangunan gedung semacam ini memerlukan waktu sekitar dua tahun dengan bekerja sama dengan sejumlah pakar botani.

Tanaman-tanaman yang digunakan dalam proyek ini akan tumbuh secara khusus untuk tujuan ini. Hutan vertikal juga menjadi ciri khas kota yang mampu menciptakan jenis baru keragaman pemandangan yang dapat berubah bentuk dalam setiap musim yang berbeda, tergantung jenis tanaman yang ada. Hutan vertikal juga akan menambah pemandangan yang dinamis untuk kota metropolitan di bawahnya.

Yeah, meski kita semua tau bahwa ramalan akan kiamat banyak yang meleset. Namun ilmuwan Stephen Hawking mengatakan bahwa melihat kondisi bumi yang sudah demikian saatini, kira-kira usianya tak akan sampai 1000 tahun lagi. Megingat lagi bahwa ledakan populasi dan ancaman perang nuklir sudah di depan mata. Jadi segenap warga bumi harus bekerja sama guna memperbaiki alam, bila mau anak cucuk kita nanti masih bisa tinggal di bumi.