Becak Siantar lebih unggul karena ditarik motor besar tua bermesin 350 CC sampai dengan 500 CC diantaranya yang paling banyak digunakan Birmingham karena sesuai dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 1992, setiap benda peninggalan sejarah di atas usia 50 tahun dapat dinyatakan cagar budaya dan wajib. Memang tak lengkap rasanya ke Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara namun tidak berkeliling kota menggunakan becak BSA. Sebagaimana kita tahu, nilai sejarah BSA ini layak dijunjung sebagai kenangan yang menakjubkan atas perjalanan kota bekas keresidenan ini.

Akhir Juli 2018 lalu penulis menyempatkan pulang kampung ke Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. Niatnya ingin bersilahturahmi dan berziarah ke makam keluarga. Memang sudah cukup lama juga tidak mengunjungi kota terbesar kedua di Sumatera Utara ini setelah Kota Medan.

Bagi orang yang mengenal Kota Pematang Siantar tentu tidaklah asing dengan becak Siantar. Memang tak lengkap rasanya ke Kota Pematang Siantar namun tidak berkeliling kota menggunakan becak Siantar.

Becak ini menggunakan tenaga mesin motor buatan The Birmingham Small Arms Company (BSA). Perusahaan penyuplai persenjataan tentara Inggris selama Perang Crimean (1853- 1856). Periode setelah perang, BSA terus mengembangkan produknya dan menjadi pemasok kendaraan militer untuk tentara Inggris.

Nah, pada masa itu, mereka memproduksi 126.000 sepeda motor tipe M20 berkapasitas mesin 500 cc. Sepeda motor buatan tahun 1941 inilah yang ikut dibawa pasukan sekutu ke Pematang Siantar. Sepeda motor inilah menjadi becak dan menjadi ikon Kota Pematang Siantar.

Namun alangkah terkejutnya ketika mengelilingi Kota Pematang Siantar, becak BSA sudah jarang ditemui. Dan yang didapati penggantinya motor-motor buatan Jepang produk terkini. Informasi yang didapat dari kerabat yang tinggal di Kota Pematang Siantar becak BSA sekarang jumlahnya tidak kurang dari 200 unit saja. Sebelumnya becak BSA bisa mencapai 800-hingga 1.000 unit.

Tapi bagaimana sebenarnya kehadiran becak BSA ini produk Inggris hingga sampai ke Kota Pematang Siantar. Di atas sudah disinggung sedikit becak BSA ini menggunakan sepeda motor tipe M20 berkapasitas mesin 500 cc. Kalau anak sekarang biasa menyebutnya motor gede atau moge.
becak siantar

Sejarah Motor BSA Becak Siantar Masuk Ke Pematangsiantar

Sepeda motor yang satu ini ibarat satwa langka, perlu dilestarikan. Becak bermesin sepeda motor Birmingham Small Army (BSA) terancam punah, jumlahnya di dunia tak banyak. Di Inggris sendiri negara pembuat motor ini konon hanya tinggal 800 unit dan di Australia 400 unit.

Sepeda motor merek Birmingham Small Arm (BSA) adalah kendaraan perang pabrikan Inggris yang diciptakan di tahun 1940-1960-an. Di Siantar, jumlahnya masih cukup banyak, sekitar seribu unit. Sebagian besar sudah dikomersilkan karena dirombak menjadi becak pengangkut orang. Hanya sebagian kecil yang dikoleksi para kolektor.

Birmingham Small Arm (BSA) adalah sepedamotor pabrikan Inggris yang diciptakan untuk kendaraan perang. BSA masuk ke negeri gema ripah loh jenawi ini pada masa peralihan tentara Jepang ke tentara sekutu (Belanda-Inggris). BSA kemudian menyebar di setiap daerah jajahan Belanda.

BSA adalah sisa-sisa perang dunia kedua. Belanda yang membawanya ke nusantara ini,” kata Ketua BOM’S (kumpulan pecinta BSA), Erizal Ginting.

becak

Kenapa BSA Bisa Bersarang Di Siantar?

Kata Erizal Kesuma Ginting, ketika penjajah angkat kaki dari Indonesia, motor-motor BSA kehilangan tuannya. Tak ada sparepart dan teknisi yang mumpuni di Indonesia. BSA mulai masuk tahun 1958 atas inisiatif orang-orang Siantar. Orang Siantar mendatangkannya dari pulau Jawa: Surabaya dan Jakarta. Motor BSA diangkut pakai Kapal Tampomas II.

Selain mengetuai BOM’S, Erizal Ginting adalah seorang kolektor. Di rumah budayawan Siantar ini tersimpan sepeda BSA tahun 1937, motor BSA M20 bermesin 500 cc tahun 1940, BSA 2B31 bermesin 350 cc tahun 1953, Vespa bermesin 150 cc tahun 1957, dan Vespa Kongo tahun 1960. Kota Siantar menjadi surga bagi para kolektor motor-motor tua khususnya bermerek BSA. Sebagian besar para kolektor datang dari pulau Jawa.

Kota Siantar adalah kota paling banyak menyimpan motor BSA dengan jumlah sekitar seribu unit. Inggris sebagai pembuat motor BSA hanya memiliki motor BSA sekitar delapan ratus unit, disusul Australia empat ratus unit, Firlandia dua ratus lima puluh unit. Dan sekarang sedang mewabah club-club motor BSA di seluruh dunia.

Bisa dikatakan sepanjang sejarah berdirinya komunitas motor tua di Kota Siantar, baru kali itulah perayaannya dihadiri 20-an club penggemar motor tua berbagai merek, Vespa tua, motor lawas buatan Jepang sampai club motor roda empat yang datang dari penjuru sumatera, bahkan dari Kota Yogyakarta.

Di situ pula bisa ditemukan motor tua merek lain seperti BMW, Ducati. Norton, Ariel, DKW, BSA, sampai Honda yang masih original. Jika direnungi, ini petanda baik bagi pemerintah kota. Sebab, dengan even seremoni sekelas ulang tahun saja, panitia penyelenggara bisa mendatangkan pengunjung (bikers, red) dalam jumlah tiga ribuan. Bagaimana jika dikelola dengan baik, semisal dibuat kalender wisata, tentu akan bisa mengangkat dunia pariwisata Siantar yang selama ini hanya sebagai pintu gerbang wisata.

becak

Perawatan

Untuk merawat motor tua seperti yang digunakan di Siantar tidaklah gampang karena perlu keahlian khusus merawat motor tua, suku cadangnya sudah tidak diproduksi lagi dan bahkan pabriknya sudah tidak ada lagi sehingga bila diperlukan dibuat di bengkel las-bubut ataupun dengan memodifikasi suku cadang motor atau mobil yang bisa dipakai sebagai substitusi.

Ada lima bengkel dan dua orang yang dianggap berjasa terus melestarikan becak siantar. Bengkel Handayani, bengkel milik Syafii Leo, bengkel Rahayu, bengkel milik Mbah Sari, dan bengkel bubut milik Rohim. Dua lainnya adalah bengkel khusus dinamo BSA milik Tikno dan bengkel milik Yadi di daerah Karangsari. Mereka-mereka ini bisa dibilang bukan lagi pekerja bengkel, tetapi seniman ukir besi. Bagaimana tidak, BSA sudah tak lagi memproduksi sparepart motor bikinannya sejak lama. Namun di tangan orang-orang ini, sepeda motor BSA bisa bertahan di Pematang Siantar.

Pengunjung dari luar Siantar dibuat penasaran dengan becak yang satu ini. Baik itu dari Medan, hingga luar kota pasti singgah sejenak di Tugu Becak Siantar untuk sekadar berfoto atau melihat langsung replika Becak Siantar yang terkenal dengan sepeda motor Birmingham Small Army (BSA). Sepeda motor yang satu ini ibarat satwa langka, perlu dilestarikan Becak bermesin sepeda motor Birmingham Small Army (BSA) terancam punah, jumlahnya di dunia tak banyak. Beruntung, di Siantar, jumlahnya masih cukup banyak, dan dipakai untuk angkutan sehingga traveler masih bisa melihatnya berkeliaran di Pematang Siantar.

Demikianlah artikel tentang becak Siantar yang mungkin belum Anda ketahui. Semoga artikel di atas bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya ya.