Hello gengs… Mungkin pada masa kejayaannya kamu-kamu semua pasti belum keren deh kalau belum memakai Handphone BlackBerry. Mengirim Email ataupun mengunggah status di Facebook pun akan terasa keren jika ada embel-embel “sent from BlackBerry”. Kalau sudah tanya PIN, bikin pengguna lain tersinggung seolah inferior. Itu dulu, sekitar 5 tahun silam.
52083a65eff261376270949abandoned-blackberry-phonesEra kejayaan BlackBerry sempat mencapai puncaknya pada 2011. Ketika itu, BlackBerry yang masih menyandang nama Research In Motion (RIM) berhasil memeroleh pendapatan hingga 19,907 miliar dolar. Sebuah peningkatan hingga 33 persen jika dibandingkan pendapatan sebesar 14,953 miliar pada 2010.
52083aaa33caa1376271018idc_1q13_phones_osMemasuki tahun 2012, pendapatan RIM mulai turun 7,5 persen menjadi 18,423 miliar dolar. Pendapatannya terus susut, dan pada 2015 hanya membukukan angka 3,33 miliar dolar.

Sejalan dengan pendapatannya yang terus turun, BlackBerry akhirnya mencetak rugi. Tahun 2011 merupakan puncak kejayaan dengan laba sebesar 3,4 miliar dolar. Kerugian pertama dicetak pada 2013 di angka 646 juta dolar. Kerugian sempat membengkak hingga 5,87 miliar pada 2014, sebelum susut menjadi rugi 304 juta dolar di 2015.

Meredup nya ponsel blackberry tentu tak lepas dari kualitas dan Fleksibilitas yang ditawarkan OS Android, membuatnya digandrungi para pecinta smartphone. Android tak hanya mengusung nama besar Google, tapi juga memberikan nuansa baru dalam dunia smartphone, dengan OS nya yang begitu menarik.

Sebelumnya, Apple menjadi raja sistem operasi ponsel di Amerika Serikat. Tapi, tak lama posisi itu pun diancam Android, hingga akhirnya resmi jatuh ke tangan OS besutan Google tersebut. Prediksi bahwa Android akan menjadi raja gadget di tahun 2012 pun sudah bukan mimpi semata.

Kemungkinan besar, kepopuleran iOS dan Android masih akan terus mengalami kenaikan. Ini disebabkan adanya 6,8 juta aktivasi perangkat kedua OS tersebut pada 24-25 Desember 2011 kemarin. Pilihan perangkat Android dan iOS sebagai kado Natal dinilai pengamat sebagai penyebabnya. Langkah Android memang bisa dibilang sangat sukses, mengalahkan ciptaan Google lainnya yang juga populer.
sMantan Co-Chief Executive BlackBerry menyatakan bahwa usaha Blackberry untuk bersaing dengan iPhone kala itu merupakan percobaan yang terburu-buru yang membuat kian meredupnya eksistensi ponsel Blackberry. Bahkan, dia mengakui bahwa pada saat itu Blackberry sudah tidak mampu lagi bersaing dengan iPhone, terlihat dari perangkat layar sentuh miliknya “Storm” yang tidak diterima dengan baik di pasaran.

Menurut saya, layanan aplikasi blackberry harus mempersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar jika perusahan asal kanada tersebut masih ingin berdiri.