Guys, bagi Anda pencinta sepak bola, ada nih satu teknologi yang di pake FIFA buat ngehiasi dunia sepak bola, yaitu video asisten wasit atau (VAR). Tekonologi ini baru saja pertama kali resmi di coba pada perelatan piala dunia antar klub 2016 lalu.

56Pasti kamu penasaran dong? Bagaimana cara kerja teknologi ini? Sebenarnya sihh nggak jauh beda sama yang di lakukan olahraga tennis ataupun bulutangkis. Yupss, teknologi ini sama-sama ngebantu sang penguasa lapangan hijau dalam mengambil sebuah keputusan dengan menonton tayangan video replay atau siaran ulang. Bedanya, kalo di sepak bola, cuma wasit utama doang yang berhak dapetin aksesnya.

Namun, tanggapan mengenai tekonologi ini masih beragam, masih ada pro dan kontra gitu deh. Klub sepak bola ternama Real Madrid menjadi pihak yang terdepan untuk melakukan aksi penolakan terhadap tekonologi ini. Terutama pemain mereka, Luka Modric sangat tidak menyambut baik teknologi terbaru yang di miliki FIFA. Ia malah berharap teknologi tersebut tidak digunakan lagi dalam pertandingan resmi. 

Ya, pada saat itu Madrid memang keluar sebagai sang juara, setelah di partai final berhasil menundukan klub Jepang, Kashima Antlers dengan skor 4-2. Namun, para pemain El Real malah di buat pusing tujuh keliling sama teknologi VAR tersebut.

Nah sahabat sport, saat real madrid menang 2-0 dalam lagi semifinal melawan Club Amerika, gol kedua Madrid yang di cetak Cristiano Ronaldo pada menit ke-90, justru ciptain sebuah kontroversi lho. Yups, awalnya Ronaldo sudah dianggap telah berdiri dalam posisi offside. Namun, selang beberapa saat, sang pengadil lapangan justru merubah keputusannya dan mengersah gol dari CR7 tersebut. Nahh, biar kamu percaya coba deh lihat video berikut ini.

Masalahnya sekarang adalah kami harus beradaptasi dengan keinginan FIFA ini. Dalam insiden gol Ronaldo, ada sebuah kebingungan yang melanda pemain karena pertandingan tiba-tiba dihentikan. Jika memang tetap ingin digunakan dan saya percaya itu akan terjadi, ada banyak hal yang harus diperjelas oleh FIFA, terutama masalah penggunaannya dan bagaimana cara memperkenalkannya kepada semua orang,” ujar pelatih El Real, Zinedine Zidane.

Sementara itu, pendapat berbeda justru dilontarkan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino. Pria berkepala plontos tersebut ngerasa puas dengan uji coba teknologi VAR ini. Menurutnya, VAR bakalan bisa lebih ngebantu wasit dalam memberikan keputusan yang adil.

Hasilnya sangat positif. Tentu saja ada pelajaran, tentu saja ada beberapa topik yang harus kita lihat lebih dalam dan membahas secara lebih detail, tapi hasilnya sangat positif. Mengapa? Karena wasit telah mampu mengambil keputusan yang tepat dan keadilan dalam transparansi yang telah dibawa ke permainan,” ujar Infantino.

Wah, kalo ngelihat perdebatannya kayak gini, semoga aja deh ke depannya penerapan teknologi VAR bisa lebih baik lagi. Biar nggak bikin kebingungan lagi seperti yang di alamin Real Madrid.