sdad
Hay Girls, Terkadang ketika kita berlebihan mencintai seseorang tentu bisa begitu terasa sangat menyakitkan. Nah, Apalagi jika kita tidak tahu pasti apakah ia punya rasa yang sama terhadap kita, Dengan membayangkan sosoknya saja tentu bisa membuat air mata mengalir dengan sendirinya.

Yang mana kita sudah tau pasti bahwa perasaan dan hati memang tak pernah bisa untuk dapat dipaksakan. Meskipun terkadang hal yang paling tepat tapi juga yang tersulit untuk dilakukan adalah mengikhlaskan dan melepaskan.

Jika dia memang jodohmu, entah bagaimana pun caranya dia akan kembali padamu, Namun, jika memang bukan dia yang terbaik, Tentu, pasti akan ada orang yang lebih tepat untuk menggantikannya.

Yang penting kita tetap bisa mendoakan kebaikan dan kebahagiaannya. Siapa tahu justru kebaikan yang kamu doakan untuknya akan kembali padamu, ya kan girls? Dengan atau tanpa dirimu, dia juga berhak kok untuk bahagia.

Tentu bukan cuma hanya dia yang berhak untuk bahagia, kamu pun juga berhak untuk bahagia. Meski terkadang kamu merasa dirimu akan bahagia ketika bisa memilikinya, Nah, kalau dia memang bukan jodoh terbaikmu, mau diapakan lagi? Ada banyak prioritas yang perlu kamu urus di hidupmu. Soal jodoh dan asmara memang memiliki porsi besar dalam hidupmu, tapi jangan sampai kamu merusak dan menghancurkan hidup berhargamu karena salah melangkah.

Ada kalanya kita harus mencoba hidup seperti air mengalir. Tapi bukan berarti pasrah akan keadaan. Melainkan mencoba bahagia dengan semua yang sudah digariskan di hidup kita. Pastinya akan ada hal-hal yang berjalan di luar kuasa kita. Ada banyak kejadian yang mungkin terjadi di luar harapan, tapi kita tak bisa mengubahnya begitu saja. Bukankah, Segala sesuatu terjadi karena adanya suatu alasan.

Dia berhak bahagia, kamu juga berhak bahagia. Meski tak bisa bersama atau harus memilih jalan yang berbeda, masing-masing punya cara dan jalannya sendiri untuk bahagia di hidupnya. Walau harapan tak sesuai kenyataan, pasti akan ada kejutan yang tak pernah kita duga sebelumnya.

Percayalah, Kamu Masih Berhak Bahagia

Tentunya kalian bertemu dan saling mengenal, perasaan saling suka tumbuh secara perlahan-lahan, kemudian berkembang lebih cepat dari yang awalnya kamu perkirakan. Kamu pun mungkin sudah tahu sedari awal bahwa kedekatan itu seharusnya tak pernah ada, bahwa hubungan yang paling tepat untuk kalian adalah hanya berteman saja. Namun kalian tetap untuk melanjutkannya. Nah, Ketika garis finish harus kalian lewati bersama, seketika itu kalian saling menyakiti, Sehingga membuatmu akhirnya dan mungkin juga dia akan terluka.

Hidup yang akan kamu jalani memang akan terus berlanjut seperti biasa. Luka hati berhasil ditutupi karena kamu cukup tangguh untuk bertahan sendiri. Kamu pun sudah melupakannya cukup lama, sampai alasan-alasan mengapa kamu harus melupakannya sudah kamu lupakan pula. Namun, sejak hubungan terakhirmu menemui kegagalan, hatimu belum juga bisa terbuka untuk menjalin cerita dengan manusia yang lainnya. Kamu masih terlalu sakit hati untuk percaya bahwa hubungan cinta yang tulus dan menggenapi tidaklah mustahil untuk dapat dijalani.Lalu, sampai kapan kamu harus menutup pintu hati untuk orang lain? Begitu beratkah untuk mengakui bahwa kamu yang terbilang mandiri bisa tergerus rasa kesepian?

Tentu nya kaamu bukanlah orang pertama yang terluka karena cinta. Dan setelah cukup kuat menanggungnya selama ini, kamu berhak merasa bahagia lagi. Bisa jadi hingga kini, kamu menutup pintu hati karena takut terluka untuk kedua kali.

Di antara mereka yang pernah menaruh perhatian padamu, tidak pernahkah kamu berpikir bahwa ada yang sebenarnya bisa membahagiakanmu? Hanya saja, dia tak punya kesempatan untuk mewujudkannya karena kamu terlebih dahulu membanting pintu tepat di depan wajahnya. Akhirnya, dia yang sempat tulus peduli tak punya pilihan lagi selain menunduk pergi, pulang ke rumah dan menyerah kalah.Harus Berapa banyak lagi orang yang harus menjadi korban dari sakit hatimu di masa lalu?

Kamu paling tahu rasanya sakit hati. Namun, Tegakah dirimu menggurat luka yang sama pada orang lain yang tak bersalah apa-apa?

Ada seseorang di sana yang pernah selalu memikirkan kebaikanmu. Yang berusaha meringankan harimu dengan sapaan manis atau cerita lucu. Yang bersedia memberikan apa saja.

Namun, dia menyerah dan mengangkat kedua tangannya. Menunggu terlalu lama akan membuat hatinya terluka. Kamu pun tak bisa menyalahkan kepergiannya. Saat dia masih ada, kamu tak pernah memintanya melakukan apa-apa. bahkan, hal-hal sederhana yang sebenarnya bisa membuat dirimu bahagia. Tanpa sadar, hatimu justru bertambah luka karena terus menolak kesempatan merasakan kembali ketulusan kasih sayang.

Girls, kamu boleh saja memilik masa lalu yang kelam, Namun, Bukan berarti kamu harus berhenti untuk merasakan indahnya dicintai.