Hujan merupakan peristiwa turunnya butiran air yang berasal dari langit ke permukaan bumi. Ketika masih anak-anak, bermain hujan merupakan salah satu hal yang sangat membahagiakan. Bukan hanya anak-anak saja, orang dewasa juga senang ketika bermain hujan. Ketika bermain hujan kita bisa merasakan butiran-butiran air terjatuh di kepala kita.

Tapi, apakah Anda tahu kalau hujan memiliki banyak jenis. Salah satu jenis dari hujan adalah hujan asam. Apa itu hujan asam? Dan bagaimana hal ini bisa terjadi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut artikel kali ini akan membahas tentang hujan asam, akan tetapi sebelum mengetahui hal tersebut ada baiknya terlebih dahulu untuk mengetahui apa itu hujan.

Apa sih Hujan Itu?

Hujan merupakan sebuah peristiwa presipitasi (jatuhnya suatu cairan dari atmosfer yang berwujud cair maupun beku ke permukaan bumu) berwujud cairan. Hujan sangat membutuhkan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar bisa menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas suatu permukaan bumi. Proses terjadinya hujan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti: Penguapan (evaporasi), Kondensasi (pengembunan), Presipitasi. Hujan merupakan salah satu dari siklus hidrologi yang merupakan suatu siklus perputaran air dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi dan berlangsung secara terus menerus.

Di bumi, hujan merupakan proses kondensasi (perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat) uap air di atmosfer menjadi butiran-butiran air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi secara bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara ataupun penambahan uap-uap air ke udara. Butiran hujan mempunyai ukuran yang berbeda-beda mulai dari butiran besar hingga butiran kecil. Hujan memiliki banyak manfaat untuk kelangsungan hidup makhluk hidup. Hujan juga memiliki banyak jenis, salah satunya akan kita bahas di bawah ini.

rain

Pengertian Hujan Asam

Mungkin anda pernah mendengar yang namanya hujan asam, namun apa itu? Ini merupakan segala bentuk hujan yang memiliki tingkat keasaman atau pH dibawah normal, yakni dibawah 5,6. Meningkatnya keasaman tersebut dapat terjadi karena adanya senyawa – senyawa tertentu yang larut dalam air hujan. Tingginya tingkat keasaman dapat membahayakan bagi lingkungan di sekitar kita. Hujan sendiri secara alami bersifat asam, hal ini disebabkan oleh karbondioksida di udara yang larut dalam air hujan sebagai asam lemah.

Hujan asam ini diakibatkan oleh adanya belerang yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil seperti bensi. Selain itu nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen akan membentuk sulfur dioksida. Zat tersebut kemudian membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersamaan dengan air hujan. Jenis jenis air hujan yang asam dapat meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan, ini berbahaya bagi kehidupan ikan dan juga tanaman.

Perlu untuk diketahui bahwa hujan asam tidak selalu hujan yang turun dalam bentuk butiran air saja. Akan tetapi fenomena yang satu ini juga bisa terjadi dalam bentuk kabut, hujan es, salju, bahkan gas dan debu yang mengandung asam. Hujan asam yang turun dalam berbentuk kabut, hujan es, atau salju disebut dengan deposisi basah. Sementara hujan asam dalam bentuk debu, gas, dan partikel padat lainnya disebut deposisi kering. Secara umum, hujan asam digunakan untuk menggambarkan semua material asam yang turun ke bumi, entah itu yang bersifat basah atau kering.

hujannn

Penyebab Terjadinya Hujan Asam

Setelah mengetahui apa itu hujan asam, ada baiknya untuk mengerti juga apa saja yang menyebabkan terjadinya hujan asam tersebut. Hujan asam secara umum disebabkan oleh banyak hal, adapun sebab- sebab yang mendatangkan terjadinya hujan asam adalah sebagai berikut:

  • Sulfur dan Nitrogen

Adapun penyebab pertama dari hujan asal adalah sulfur dan nitrogen. Kedua benda ini merupakan hasil dari industri, pembangkit listrik, dari kendaraan bermotor, hingga amonia yang dihasilkan dari aktivitas pertanian yang dapat menjadi penyebab hujan asam. Sulfur dan nitrogen merupakan dua senyawa dari hasil pembakaran. Kemudian sulfur juga merupakan senyawa yang berasal dari kebakaean hutan dan juga letusan gunung berapi.

Berbagai industri yang dikelola manusia seperti industri minyak kelapa sawit dan industri logam juga akan menghasilkan sulfur dioksida yang bisa menjadi penyebab hujan asam. Sedangkan industri pupuk kimia dan obat yang membutuhkan pembakaran dengan suhu yang tinggi akan menghasilkan nitrogen oksida yang juga merupakan senyawa yang bisa menjadi penyebab hujan asam.

  • Pencemaran Udara

Beberapa gas yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam adalah karbon monoksida dan karbondioksida. Kedua senyawa ini berasal dari polusi kendaraan bermotor dan hasil dari proses pembakaran. Apabila senyawa ini bertemu dengan air maka hal itu dapat membentuk asam karbonat atau sering dikenal sebagai kelompok asm lemah. Selain itu, hidrogen sulfida dan sulfur dioksida juga mampu menyebabkan hujan asam. Kedua senyawa tersebut merupakan hasil dari pemanasan dan pembakaran belerang.

Kedua senyawa tersebut apabila bertemu dengan air akan membentuk asam sulfat yang tergolong dalam kelompok asam kuat. Pada umumnya air hujan telah mengandung asam yang disebabkan adanya kandungan CO2, namun pHnya masih berkisar 6. Sedangkan, pada daerah dengan pencemaran udara yang begitu parah tingkat keasamannya tinggi sehingga pHnya semakin rendah.

qqq

Proses Terjadinya Hujan Asam

Seperti yang sudah disinggung diatas sebelumnya bahwa hujan asam yang terjadi secara alami diakibatkan oleh semburan gunung berapi dan proses biologis dalam laut, rawa, dan tanah. Namun, penyebab hujan asam yang terbesar adalah aktivitas tak ramah di ruang publik untuk kehidupan sekitar lingkungan yang dilakukan manusia seperti : industri, kendaraan bermotor, pabrik pengolahan pertanian. Adapun proses terjadinya hujan asam dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Penguapan

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, banyak aktivitas manusia di muka bumi ini sengaja atau tidak sengaja yang dapat memicu terjadinya hujan asam. Aktivitas manusia yang menimbulkan karbondioksida, karbon monoksida, sulfur dioksida dan hidrogen sulfur yang bersumber dari asap kendaraan bermotor, uap pabrik, pembakaran dan lain–lain merupakan salah satu pemicu terjadinya hujan asam.

Hampir seluruh penyusun bumi ini adalah air. Air memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan. Pada siang hari air baik yang ada di sungai maupun di laut menguap dan bergerak menuju lapisan bumi. Selanjutnya gas–gas yang telah menyatu di udara dan menjadi pemicu terjadinya hujan asam.

  • Penyatuan

Setelah uap air dan gas-gas mengalami penguapan menuju ke lapisan bumi, kedua materi ini nantinya akan saling bertemu satu sama lain. Pertemuan antara CO & karbon monoksida melalui uap air, lalu hidrogen sulfur dan juga sulfur oksidan bertemu pula dengan uap air. Pertemuan antara 2 senyawa inilah yang dapat menyebabkan hujan asam terjadi di bumi ini. Dimana ketika pertemuan antara CO2 dan karbon monoksida melalui uap air, hasilnya disini adalah asam lemah. Sementara pertemuan hidrogen sulfur serta sulfur oksida bertemu pula dengan uap air tersebut menghasilkan asam kuat. Kedua asam inilah yang dapat memicu hujan asam terjadi.

  • Proses akhir

Masing–masing senyawa yang telah bergabung akan dibawa angin menuju ke tempat yang lebih tinggi. Apabila campuran senyawa itu sudah sampai pada titik jenuh maka akan menimbulkan titik–titik air hujan di mana air hujan yang turun mengandung asam.

Berikut adalah reaksi kimia terbentuknya hujan asam:

S(s) + O2 (g) →SO2(g)
2SO2(g) + O2(g) →2SO3(g)
SO3(g) + H 2O(l) → H 2SO4(aq)

hujan-asam

Dampak Hujan Asam

Hujan asam dapat menyebabkan berbagai masalah. Tak hanya pada kesehatan saja, dampak yang paling besar ada pada lingkungan berhubungan dengan air seperti danau, aliran sungai, dan lahan basah. Ya, senyawa kimia yang berbahaya dapat terbawa angin dan berpindah dari satu negara ke negera lainnya, bahkan dari satu benua ke benua lain. Berikut adalah dampak yang ditimbulkan pada hujan asam:

  • Ekosistem di air terganggu

Muara utama air berada di laut, begitu pula dengan air hujan. Walaupun hujan asam tidak terjadi di laut namun hujan asam yang terjadi di dataran tinggi atau dataran rendah akan terbawa ke sungai dan bermuara di laut. Meskipun dari segi warna dan juga rasa hujan ini seolah tidak bebeda dengan hujan yang lainnya, namun hujan ini mempunyai kandungan pH yang tidak sama dengan jenis hujan yang lainnya. Hal ini akan menyebabkan terganggunya ekosistem yang ada di laut. Jumlah populasi ikan akan berpengaruh hingga biota-biota lainnya yang ada dilaut akan berpengaruh. Hal ini juga terjadi di danau dan sungai-sungai atau tempat muara air.

  • Dapat mengganggu kesehatan

Hujan asam dapat memicu timbulnya penyakit pada sistem pernapasan. Partikel kecil yang dihasilkan hujan asam, seperti sulfur dioksida dan nitrogen dioksida yang jika terhirup dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma atau bronkitis. Pada orang yang sebelumnya sudah memiliki riwayat penyakit tersebut, fenomena alam ini dapat memicu kekambuhan atau bahkan memperburuk gejala yang ada. Lebih jauh, fenomena alam ini juga bisa menyebabkan kerusakan paru-paru permanen apabila Anda terpapar partikel asam dalam jumlah yang berlebihan dan dalam jangka waktu panjang.

  • Erosi serta menurunnya kesuburan tanah

Reaksi kimia yang sudah tercampur dengan senyawa kimia dalam tanah bisa menyebabkan terjadinya erosi. Selain itu, berkurangnya tingkat kesuburan dalam tanah sehingga menyebabkan tanah menjadi tandus serta banyak tumbuhan menjadi layu. Tidak hanya itu, beberapa mikroorganisme dalam tanah menjadi cepat mati sebab mereka tidak bisa beradaptasi dengan cepat serta tidak tahan pada tingginya kandungan asam.

  • Kerusakan bangunan

Kandungan asam yang terkandung dalam hujan ini dapat menyebabkan kerusakan pada objek, seperti: bangunan, patung, monumen, dan kendaraan. Kandungan kimia tinggi yang dihasilkan hujan ini dapat menyebabkan korosi (perkaratan pada benda-benda logam). Secara umum, logam yang mengalami korosi akan menjadi lebih rapuh dan keropos. Jika yang mengalami korosi adalah fasilitas umum seperti jembatan dari besi, maka hal tersebut tentu akan berbahaya. Sementara pada bangunan yang terbuat dari batu, korosi dapat membuat batuan menjadi tampak usang dan lapuk.

  • Pertumbuhan akar terhambat

Tanah yang menyerap hujan asam akan memberikan dampak terhadap tanaman yang tumbuh, yang mana akar tanaman tersebut akan menjadi sulit untuk berkembang serta daya cengkeram pada tanah akan berkurang. Hal ini mengakibatkan tanaman terjadi gangguan pada pertumbuhan dan juga perkembangannya, selain itu tidak kuatnya akar tersebut membuat tumbuhan menjadi cepat roboh.

Tapi, apakah kalian tahu bahwa hujan asam ini bisa dicegah dengan cara menggunakan energi listrik dengan bijak. Hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah hujan asam adalah mengurangi penggunakan bahan bakar fosil dan menggantinya dengan bahan bakar yang ramah lingkungan dan naik transportasi umum juga bisa mengurangi pemakaian bahan bakar fosil. So, untuk mencegah terjadinya hujan asam, marilah sama-sama untuk menjaga dan menjauhi hal yang bisa memicu terjadinya hujan tersebut.