Kembali erupsi, Minggu (9/6/2019) pukul 16.28 WIB, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 7.000 meter atau 7 km di atas puncak atau kurang lebih 9.460 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Badan Geologi dan PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung dalam rilis datanya yang menyatakan bahwa kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi kurang lebih 9 menit 17 detik. Terjadi awan panas ke arah Tenggara 3,5 km dan Selatan 3 km serta terdengar suara gemuruh sampai ke Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.

Saat ini Gunung Sinabung berada pada Status Level III (siaga) dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

sinabung

Sejarah Gunung Sinabung

Gunung Sinabung yang terletak di Tanah Karo Sumatera Utara adalah salah satu dari 30 Gunung api yang ada di atas Sesar Besar Sumatera dan adalah Gunung Api Aktif yang terdekat dengan “Gunung Super” purba yaitu supervulcano Toba.

Dan kalau dilihat letaknya, Sinabung yang aktif kembali sejak 2010, dimana selama 400 tahun ini “tertidur” pulas, posisinya lebih tepat diatas Sesar Besar Sumatera dari pada “mamanya” sendiri yaitu Gunung Toba. Dan sesar ini adalah salah satu dari dua sesar /patahan teraktif di dunia.

Gunung Sinabung yang terletak di Tanah Karo Sumatra Utara adalah salah satu dari 30 Gunung api yang ada di atas Sesar Besar Sumetra dan adalah Gunung Api Aktif yang terdekat dengan “Gunung Super” purba yaitu supervulcano Toba.

Dan kalau dilihat letaknya, Sinabung yang aktif kembali sejak 2010, yang selama 400 tahun ini “tertidur” pulas, posisinya lebih tepat diatas Sesar Besar Sumatera dari pada “induknya” sendiri yaitu Gunung Toba. Dan sesar ini adalah salah satu dari dua sesar /patahan teraktif di dunia.

Sinabung mulai bangun setelah Gempa Bumi disertai tsunami dahsyat yang mengguncang Aceh pada tanggal 26 Desember 2004, disusul kemudian dengan gempa Nias Maret 2005 dan Juli 2006 , diikuti Gempa Padang pada Maret 2007 yang berulang pada September 2009 yang diikuti Gempa Nias lagi Oktober 2009. Setahun kemudian, 29 Agustus 2010 Gunung Sinabung Meletus untuk pertama kali setelah 400an tahun diam.

Patahan Besar Sumatera yang terbentang sepanjang 1700 km telah mencatatkan sejarah yang mengguncang seluruh dunia.

Letusan Karakatau di ujung Sesar ini pada akhir Agustus 1883 telah mencatatkan betapa hebatnya prahara yang bisa dihadirkan dari patahan ini ke seluruh dunia.

Tsunami yang ditimbulkannya sampai di Hawai, Selat Inggris dan Prancis dan bahkan di pantai-pantai sekitar Sumatera dan Jawa ketinggian gelombang Tsunami mencapai 40 m. Bayangkan, korban yang mencapai 36.000 jiwa. Ini jumlah orang yang tewas ditahun 1883, dimana populasi manusia belum sepadat sekarang. Jumlah korban mungkin bepuluh kali lipat jika terjadi sekarang.

Apalagi sejarah mencatat bahwa kengerian-kengerian telah terjadi dibentangan sesar ini. Gunung Toba (ditengah) mengawali (katanya 73.000 tahun lalu), Karakatau diujungnya mengguncang pada awal sejarah modern (1883), Gempa Aceh diujungnya satunya lagi mengguncang dunia dengan besarnya korban dan hebatnya guncangan (2004), maka Sinabung yang ada di dekat “induknya” , akankah mengakhiri teror sesar ini dalam sejarah peradaban manusia?

sinabung

Dampak Letusan Gunung Sinabung

Dampak letusan Gunung Sinabung juga terjadi di Desa Juta Rakyat, Kecamatan Namanteran. Di daerah itu terjadi hujan kerikil yang menimpa rumah warga ketika erupsi berlangsung. Hujan kerikil tersebut menyebabkan sebagian besar warga keluar desa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Meletus 800 Tahun Silam

Sebuah penemuan fosil kayu yang terbakar dikedalaman 20 meter membuktikan adanya letusan Gunung Sinabung di masa lampau. Lokasi penemuan terletak di Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Setelah diteliti pada tahun 2010 silam, kayu tersebut merupakan kayu terbakar karena letusan Gunung Sinabung sekitar 800 tahun lalu. Padahal, Gunung Sinabung sebelumnya masuk dalam daftar gunung mati yang tidak pernah meletus sejak tahun 1600. Siapa sangka, justru gunung ini mengeluarkan letusan yang dahsyat. Peristiwa 800 tahun lalu tetap menjadi misteri yang pelan-pelan dikupas menjadi fakta.

  • Tidak Meletus Di Tengah

Biasanya, tatkala gunung meletus, bagian tengahlah yang merekah dan mengeluarkan lava pijar. Tapi, erupsi Gunung Sinabung berbeda dari gunung kebanyakan. Gunung Sinabung meletus di bagian samping bukan di puncak. Orang-orang justru khawatir dengan kejadian langka ini. Pasalnya, jika bagian samping terus terkikis, maka berpotensi membuat gunung rata dengan tanah.

  • Gunung Sinabung Bukan Sibayak

Persepsi masyarakat Karo terhadap Gunung Sibayak dan Sinabung mendatangkan kejutan luar biasa. Masyarakat lebih mewaspadai keberadaan Gunung Sibayak yang mendapat label gunung aktif. Pasalnya, gunung itu pernah meletus di tahun 1881. Namun, ternyata Gunung Sinabunglah yang meletus dengan dahsyat. Mereka tidak pernah menyangka gunung mati itu hidup kembali dan memakan banyak korban.

  • Mesteri Orang Berdoa

Letusan Gunung Sinabung tidak hanya menyisakan duka tetapi juga menorehkan kisah misteri. Beberapa orang bercerita bahwa pada saat kejadian erupsi Sinabung, abu vulkanik yang meletup ke angkasa membentuk orang berdoa. Hal itu memang hal yang tidak biasa. Kepulan awan dan abu vulkanik yang keluar dari gunung seharusnya berbentuk mengikuti arah angin. Banyak yang menebak-nebak makna dibalik simbol orang berdoa ini. Sebagian berkata bahwa kepulan itu mengingatkan untuk selalu berdoa agar selamat dan terhindar dari bahaya.

  • Anak Gunung Toba

Gunung Toba adalah gunung yang letusan paling mengerikan di dunia. Gunung itu meletus ratusan tahun silam. Erupsinya disebut-sebut hampir membuat manusia punah. Orang menjulukinya sebagai kiamat purba. Letusan Gunung Toba ternyata menciptakan dua buah gunung, yaitu Sinabung dan Sibayak. Gunung yang berhasil membentuk Pulau Samosir dan Danau toba ini berhasil meninggalkan dua anak gunung aktif dan pernah meletus hebat.

  • Erupsi Terlama Di Indonesia

Gunung Sinabung memecahkan rekor erupsi terlama di Indonesia. Rekor sebelumnya diraih oleh Gunung Bromo dengan lama erupsi tujuh bulan. Kini, gunung itu telah disusul oleh Gunung Sinabung yang memakan waktu lebih lama. Letusan Gunung Sinabung berdampak negatif terhadap perekonomian, jiwa dan raga. Kemerosotan ekonomi terjadi cukup parah ketika erupsi Gunung Sinabung. Dari sisi kerusakan, letusan Gunung Sinabung ini memang paling tinggi dibandingkan Gunung Bromo, Galunggung dan Agung. Tapi, erupsi tak selamanya berdampak negatif. Dampak positifnya, tanah bekas erupsi menjadi sangat subur. Material-material seperti abu dan pasir mengandung zat yang dibutuhkan tumbuhan.