Dalam ilmu Biologi, sudah tentu sangat berhubungan erat dengan yang namanya penelitian. Untuk setiap melakukan sebuah penelitian, penggunaan mikroskop dianggap sangat penting untuk melakukan tugasnya. Lalu, apa itu Mikroskop?

Mikroskop adalah sebuah alat bantu yang sangat berguna untuk melihat atau meneliti objek atau benda yang sangat kecil sekalipun agar terlihat jelas apa saja yang ada didalam objek tersebut. Lantas bagaimana Mikroskop dikatakan sebagai alat bantu pengamatan atau penelitian?

Mikroskop sebagai alat bantu pengamatan

Objek yang dipelajari oleh Biologi mempunyai ukuran yang beragam mulai dari atom yang berukuran 0,1 nanometer hingga paus yang ukurannya beberapa puluh meter.

Mata manusia yang normal masih mampu mengamati benda yang berukuran 0,1 mm hanya dengan menggunakan bantuan kacamata pembesar. Objek yang ukurannya lebih kecil dari 0,1 mm sudah tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Untuk mengamati objek tersebut, dibutuhkan alat bantu Mikroskop.

1

Mikroskop cahaya mampu mengamati objek yang berukuran 1 mikrometer, sedangkan objek yang berukuran kurang dari 1 mikrometer harus menggunakan mikroskop elektron.

Beberapa objek seperti telur, semut dan daun memiliki ukuran yang cukup besar sehingga dapat diamati langsung tanpa perlu lat bantu. Namun, ada beberapa objek seperti sel dan bakteri yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat diamati secara langsung.

Karena terbatasnya kemampuan mata manusai untuk mengamati objek yang berukuran sangat kecil, dibutuhkan alat bantu pengamatan berupa mikroskop.

Untuk lebih jelasnya, miroskop yang dimaksudkan disini adalah salah satu alat bantu yang sangat dibutuhkan dalam pelajaran Biologi. Kemajuan ilmu biologi terjadi seiring dengan kemajuan teknologi mikroskop.

1. Penemuan mikroskop

Bentuk awal mikroskop yang menggabungkan 2 lensa dalam sebuah tabung pertama kali ditemukan oleh Hans janssen dan Zacharias Janssen pada tahun 1590. Dengan menggunakan model mikroskop tersebut, Robert hooke mengamati sel jaringan gabus. Kemudia dia mempublikasikan hasil penyempurnaan mikroskopnya dan menggunakan mikroskop tersebut untuk menemukan adanya dinding sel tumbuhan.

2

Mikroskop yang digunakan oleh Robert hooke untuk mengamati sel gabus terdiri atas 2 lensa yang dihububungkan dengan tabung. Untuk pencahayaan, digunakan lampu. Hooke menggambar hasil pengamatan jaringan gabus menggunakan mikroskop buatannya. Jaringan gabus merupakan sel yang telah kehilangan sitoplasma dan hanya meninggalkan dinding sel.

Antoni van leeuwenhoek mampu membuat dan mengembangkan lensa dengan pembesaran yang cukup baik. Dengan menggunakan lensa yang dibuatnya, ia membuat mikroskop sederhana. Mikroskop tersebut digunakan untuk mengamati rendaman air jerami dan tetesan embun. Dari hasil pengamatannya, banyak ditemukan organisme-organisme kecil yang dapat bergerak.

3

Mikroskop sederhana buatnnya leeuwenhoek hanya terdiri atas lensa yang tertempel pada lempengan besi serta pegangan yang dilengkapi dengan ulir. Namun, dengan mikroskop sederhana yang memiliki panjang ukuran lebih 6 Cm tersebut leeuwenhoek mampu mengamati dan menggambar berbagai macam mikroorganisme.

2. Mikroskop cahaya

4

Mikroskop cahaya banyak digunakan untuk mengamati objek-objek biologi yang ukurannya sangat kecil. Pembesaran maksimum yang dapat dicapai mikroskop cahaya adalah 1000X. Mikroskop ini harganya relatif murah dan mudah didapat sehingga banyak digunakan di laboratorium biologi sebagai peralatan standar. Bagian dari Mikroskop cahaya adalah:

  • Lensa okuler. Ini berfungsi untuk memperbesar bayangan objek. Lensa ini juga terdiri atas lensa yang dekat dengan mata.
  • Lensa objektif. Ini adalah lensa yang menempel pada bagian yang dapat diputar atau disebut dengan Revolver. Untuk menganti pembesaran objektif (10x, 40x dan 100x) ilakukan dengan memutar revolver. Pembesaran total pengamatan mikroskop dilakukan dengan dengan emnaglikan pembesran okuler dan pembesaran objektif. Misalnya okuler 10x dan objektif 40x akan menghasilkan pembesaran mikroskop 400x.
  • Meja sediaan atau objek. Merupakan tempat meletakkan preparat yang akan diamati. Meja dilengkapi dengan lubang untuk melewatkan cahaya dan penmgarah meja objek.
  • Sumber cahaya. Dapat berasal dari cahaya matahari ataupun cahaya lampu. Pada mikroskop yang menggunakan cahaya matahari atau cahaya dari luar, mikroskop dilengkapi dengan cermin untuk menangkap dan memantulkan cahaya pada objek pengamatan.
  • Makrometer. Mikroskop dilengkapi dengan pemutar kasar dan pemutar halus atau mikrometer.

3. Mikroskop elektron

5

Objek yang berukuran kurang dari 1 mikrometer tidak dapat diamati dengan dengan mikroskop cahaya. Untuk dapat mengamati objek yang berukuran kurang dari 1 mikrometer, harus menggunakan mikroskop elektron.

Berbeda dengan mikroskop cahaya, Mikroskop elektron menggunakan berkas elektron sebagai pengganti cahaya. Pengamatan tidak dapat dilakukan secara langsung seperti mikroskop cahaya, tetapi harus menggunakan layar atau film.

Prinsip kerja mikroskop elektron: Berkas elektron difokuskan pada spesimen oleh elektromagnet, bayangan yang terbentuk diperbesar oleh lensa oebjektif dan lensa proyektor untuk diproyeksikan kelayar atau film.

Menggunakan mikroskop cahaya untuk mengamati

1. Mempersiapkan preparat pengamatan mikroskop

Prinsip kerja mikroskop cahaya adalah cahaya difokuskan pada spesimen atau objek oleh cermin atau lampu kemudian bayangan yang terjadi diperbesar oleh lensa objektif dan okuler, lalu banyangan diproyeksikan pada mata pengamat. Oleh karena itu, objek yang akan diamati harus diiris tipis sehingga transpran dan tembus cahaya.

Objek tersebut kemudian ditempelkan pada kaca objek dan ditutup dengan kaca penutup. Untuk memperjelas dan membedakan bagian-bagian objek, dilakukan teknik pewarnaan. Objek yang sudah siap diamati ini disebut preparat atau sediaan.

6

Ada 2 macam preparat mikroskopis yaitu preparat awetan dan preparat basah atau preparat segar. Preparat awetan atau preparat kering terdiri atas objek yang sudah dikeringkan dan sudah diwarnai, kemudian ditutup kaca penutup yang sudah diberi lem. Preparat awetan bisa disimpan dan diamati jika dibutuhkan. Preparat basah dibuat jika akan diamati dan dibersihkan kembali setelah kegiatan pengamatan.

2. Mengamati objek menggunakan mikroskop

7

Untuk mengamati objek mikroskopis, diperlukan mikroskop. Cara menggunakan mikroskop dengan baik adalah sebagai berikut:

Persiapan mikroskop

  • Bukalah kotak mikroskop dengan kunci yang tersedia.
  • Keluarkan mikroskop dengan hati-hati.
  • Angkat mikroskop dengan menggunakan tangkai mikroskop dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang kaki mikroskop.
  • Bawa dan letakkan diatas meja kerja yang rata dan datar. Usahakan posisi mikroskop tetap tegak.

Persiapan lensa

Putar revolver sehingga lensa objektif dengan pembesaran paling lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler. Posisi satu poros yang sudah benar akan ditandai dengan bunyi Klik pada Revolver.

Persiapan ruang pandang

Jika mikroskop manggunakan cahaya ruangan, cahaya harus diatur agar dapat masuk kedalam mikroskop. Caranya dengan mengarahkan pantulan cahaya pada cermin.

Memasang preparat atau sediaan

  • Letakkan preparat yang sudah disiapkan diatas meja preparat, lalu jepit dengan penjepit preparat ( kalau menggunakan preparat basah, posisi meja preparat harus datar. )
  • Atur supaya objek yang akan diamati berada segaris dengan lensa objektif.

Menemukan objek

8

  • Untuk menemukan objek, pergunakanlah perbesaran yang lemah terlebih dahulu. Misalnya pembesaran okuler 10x dan objektif 10x.
  • Putar makrometer menjauhi tubuh, sehingga tubus bergerak turun. Awasi dari samping mikroskop sampai ujung lensa okuler agak menyentuh preprat.

Mengamati objek

9

  • Putar makrometer dengan pelan kearah tubuh sehingga tubus bergerak naik sambil diambil melalui lensa okuler sampai ditemukan bayangan objek yang diamati. Apabila belum ditemukan bayangan objek, ulangi lagi langkah menumukan objek. Jangan sesekali menurunkan tubus tanpa diawasi karena dapat memecahkan preparat.
  • Setelah bayangan objek ditemukan, putar mikrometer sampai ditemukan gambar bayangan yang paling tajam.
  • Geser dengan pelan preparat sampai ditemukan objek yang menjadi tujuan pengamatan.

Mengganti perbesaran

10

Dengan perbesaran lemah, bidang objek yang teramati luas. Namun, ukurannya relatif kecil dan kurang terperinci. Untuk mengamati bagian objek dengan lebih rinci lagi, perbesaran harus ditingkatkan dengan cara sebagai berikut:

  • Putar revolver lensa objektif sampai berbunyi klik dengan lensa 40x atau 100x diatas objek yang ada pada preparat.
  • Amati melalui lensa Okuler sambil memutar mikrometer hingga ditemukan gambar bayangan objek yang diiginkan.

Pada panduan tersebut, mikroskop yang digunakan adalah mikroskop cahaya yang menggunakan cermin. Untuk mikroskop yang menggunakan lampu sebagai sumber cahaya, perlu diperhatikan apakah sambungan steker dan stop kontak sudah terhubung dengan baik. Kemudian pastikan juga tidak ada kabel yang terkelupas.

Gays, demikian dengan apa yang telah kami beritahukan diatas mengenai Mikroskop dapat dijadikan sebagai sumber bacaan yang sangat berguna serta bermanfaat bagi banyak pembacanya. Bagi anda yang ingin menggunakannya, usahakan untuk diawasi dengan pendamping profesional dalam penggunaan Mikroskop. Selamat membaca.